Foto Perpustakaan Masjid Nabawi! Keren dan Modern

LiatAjaPerpustakaan masjid nabawi. Modern. IT jd andalan.  Bagi yang ingin memperdalam ilmu agama, di pintu 10 C Masjid Nabawi juga terdapat perpustakaan. Letak perpustakaan ini berada di lantai dua masjid.

Tidak sulit menemukan lokasi pintu menuju perpustakaan. Letaknya persis di sebelah kiri sebelum masuk ke masjid melalui pintu 10.      

Di atas pintu masuk tertulis "Library". Pengunjung bisa mengakses melalui eskalator untuk sampai ke pintu utama perpustakaan.

Letak pintu itu berada di sisi kiri, setelah menaiki dua eskalator. Terbuat dari kayu dan di atasnya bertuliskan "Library".

Begitu pertama kali masuk ruangan perpustakaan itu, suasana hening langsung terasa. Berbentuk memanjang, dengan sisi kanan kiri berderet buku-buku koleksi perpustakaan yang tertata rapi.

Di sisi kanan, tersedia deretan meja lengkap dengan komputer dan headset, bagi pengunjung yang ingin mendengarkan dan membaca koleksi buku perpustakaan. Di layar komputer yang cukup besar itu juga terpampang aturan selama berada di perpustakaan.

Selain itu, terdapat beberapa monitor pendukung yang dapat membantu mencari koleksi buku yang pengunjung ingin cari. Jika kesulitan menemukan buku, di beberapa sudut ruangan juga berjaga petugas-petugas perpustakaan.

Koleksi buku berbahasa Arab di perpustakaan Masjid Nabawi ini sangat lengkap, diperkirakan hingga puluhan ribu. Mulai dari sejarah kota Madinah, Mekah, hingga buku-buku pengetahuan tentang sejarah dan kehidupan Rasulullah.

Meski sebagian besar berbahasa Arab, terdapat satu ruangan khusus yang berisi koleksi buku berbahasa asing, termasuk bahasa Indonesia, Inggris, Turki, Prancis, India, dan Urdu.

Sayangnya, untuk buku berbahasa Indonesia, koleksi masih terbatas. Di antaranya terdapat buku tentang sejarah dan kehidupan Rasulullah SAW.

Bagi jemaah yang sedang beribadah di Masjid Nabawi, sempatkan mengunjungi perpustakaan yang nyaman ini di sela melaksanakan arbain.

Perpustakaan Modern di Masjid Nabawi






Maktabah al-masjid  an-Nabawi adalah sebuah perpustakaan modern yang terletak di masjid nabawi, madinah, arab Saudi. Perpustakaan ini didirikan pada tahun 1352 Hijriah atas usulan dari direktur urusan wakaf kota Madinah Syaikh Ubaid Madani. Kepala Perpustakaan yang pertama adalah Ahmad Yasin al-Khiyari. Sebagian buku-buku yang ada di perpustakaan ini merupakan buku yang di wakafkan sebelum berdirinya perpustakaan baru, antara lain wakaf dari Perpustakaan Syaikh Muhammad Aziz al-Wazir yang telah mewakafkan perpustakaan nya pada tahun 1320 Hijriah. Dan buku-buku yang di masuk kan ke perpustakaan setelah pembangunan antara lain buku-buku yang berada di Raudhah asy-Syarifah yang di dalam nya terdapat buku sejarah pembangunan pendirian perpustakaan. Adapun perpustakaan yang pertama kali sudah ada di Masjid Nabawi, menurut Kitab Khazain al-Kutub al-‘Arabiyyah, Perpustakaan Masjid Nabawi sudah berdiri sebelum terjadinya kebakaran Masjid Nabawi pada 13 Ramadhan 886 Hijriah. Kebakaran tersebut telah membakar rak-rak buku, mushaf-mushaf, buku-buku yang terdapat di perpustakaan.

Di masa kerajaan Saudi, perpustakaan kembali di bangun pada tahun 1352 Hijriah atas usulan As-Sayyid Abid Madany -rahimahullah-, dan yang di tunjuk sebagai direktur pertama kali nya adalah As-Sayyid Ahmad Yasin Al-Khiyaary. Sebelum di bangun ulang, di masjid nabawi sudah tersimpan buku-buku yang di wakaf kan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Al-Waziir pada tahun 1320 H. Buku-buku itu terus tersimpan dan menjadi inventaris pertama perpustakaan masjid nabawi.

Sangat banyak buku dan manuskrip langka yang dikoleksinya, dengan tanggal wakaf yang jauh lebih tua daripada perpustakaan itu sendiri.

Perpustakaan di gital di masjid Nabawi di sediakan untuk kebutuhan masyarakat, jamaah haji atau umroh yang datang ke tanah suci dan ingin mendapatkan pelajaran mengenai Islam. perpustakaan ini berada di pintu no 17 Masjid Nabawi, selain bisa mendapatkan file gratis dari petugas, datang ke perpustakaan digital bisa menggunakan fasilitas internet yang di sediakan untuk melihat situs-situs islami. Fasilitas ini di berikan secara gratis oleh petugas, jika ingin mendapatkan file dari perpustakaan ini juga tetap bisa hanya perlu menyediakan CD, DVD, flashdsik atau memori eksternal untuk menyimpan file. Jika kebanyakan perpustakaan masih dalam kondisi manual atau hanya di penuhi dengan buku-buku saja, perpustakaan ini sudah lengkap akan kedua nya.

Mendaptkan pelajaran baru mengenai agama islam begitu mudah ketika di tanah suci, asalkan ada niat untuk mencari dan mempelajarai nya semua nya itu dengan baik karena sudah di sediakan fasilitas mulai dari bandara King Abdul Aziz sampai ke daerah-daerah di tanah suci yang di kunjungi. Namun jika ingin mendapatkan buku yang resmi untuk di jadikan hadiah bagi kerabat, imam, atau perpustakaan di mesjid yang ada di tanah air, yang perlu di lakukan hanyalah membuat surat yang di ajukan seperti surat pengajuan untuk mendapatkan Al-Qur’an gratis. Buku yang di berikan bermacam-macam judul sehingga bisa menambah wawasan bagi yang menerima nya. Ikuti Program Umroh Murah Januari 2017.

Jika ingin mendapatkan rekaman kajian atau murotal dari perpustakaan digital tidak perlu mengajukan surat permohonan, setelah di siap kan alat penyimpanan file tinggal meminta kepada petugas dan sebelumnya akan di berikan katalog yang berisi rincian file yang ada di perpustakaan tersebut. Kajian keagamaan yang di persiap kan rata-rata berbahasa Arab, namun jangan kecewa karena ada juga yang disediakan dalam bahasa Indonesia. Pengisi kajian berbahasa Indonesia adalah orang Indonesia yang sedang melanjutkan pasca sarjana di tanah suci. Diantara nya adalah mahasiswa pasca sarjana program doktoral di Universitas Islam Madinah seperti ustadz Firanda Andirja, MA., ustadz Anas Burhanuddin, MA., dan ustadz Abdullah Roy MA. Untuk ketertiban maka perpustakaan ini di bagi menjadi beberapa bagian. Diantaranya :

Perpustakaan Modern di Masjid Nabawi

Pembagian perpustakaan :


  1. Ruang baca, terdapat ruang baca untuk laki-laki dan ruang baca untuk perempuan.
  2. Bagian manuskrip, terletak di lantai dua pintu “Utsman bin Affan”.
  3. Bagian perpustakaan suara, terletak di pintu 17 Masjid Nabawi, bagian ini bertugas untuk menyimpan kajian-kajian, khutbah-khutbah dan rekaman shalat-shalat di masjid nabawi.
  4. Bagian Teknis, terletak di pintu Sembilanm bagian ini bertugas untuk menyampulkan, membersihkan dan sterilisasi buku-buku dan manuskrip.
  5. Bagian klarifikasi, katalog, majalah dan gudang yang terletak di pintu ke-9.
  6. Bagian Buku-buku Langka: Bagian ini bertugas untuk menyimpan buku-buku langka, dari segi sejarah percetakaan (buku lama), bentuk, dekorasi atau gambar.
  7. Bagian Perpustakaan Digital: Terdapat komputer-komputer jinjing yang tersambung dengan jaringan lokal Masjid Nabawi dan jaringan internet, para pengunjung dapat memanfaatkan dan mencari buku-buku dan tema yang berbeda yang tersedia di perpustakaan masjid nabawi ini. Terdapat pula Program Maktabah Syamilah, Program al-Maktabah al-Islamiyyah, dan situs-situs islami di internet. Perpustakaan ini berada di barat pintu masuk Masjid Nabawi, pintu 12 lantai 2 masjid nabawi.
  8. Kemudahan dalam mendapatkan barang yang bermanfaat di tanah suci bisa di jadikan sebagai oleh-oleh, selain itu tidak mengeluarkan banyak biaya untuk bisa mendapat kan nya. Asal kan dengan niat yang ikhlas semua nya akan di permudah. Idarah Syautiyah (kantor pengurus perpustakaan digital) juga menyediakan rekaman murotal dari imam-imam Masjidil Haram yang bisa di dapat kan dengan cuma cuma. Banyak hal yang gratis di tanah suci ini, bahkan masyarakat Arab sudah terbiasa untuk saling berbagi baik dengan masyarakat sendiri ataupun dengan jamaah yang hendak melaksanakan ibadah haji atau pun ibadah umroh. Untuk membeli oleh-oleh tidak perlu mahal jika mengetahui bahwa banyak yang bisa di dapat kan dengan cuma-cuma jika memang mengetahui nya.


(perbendaharaan kepustakaan Arab) mencatat bahwa sebelum peristiwa kebakaran Masjid Nabawi pada 13 Ramadhan 886 H (1481 M), perpustakaan ini pernah menjadi perbendaharaan bagi buku serta mushhaf yang sangat berharga dalam jumlah yang lebih besar.

Perpustakaan ini banyak sekali di kunjungi oleh para Jemaah yang ingin banyak belajar di perpustakaan ini. Dan dl rangka meningkatkan pelayanannya, perpustakaan ini menyediakan diri sepenuhnya buat para mahasiswa dan peneliti, misalnya, dng langkah mengkopikan bahan-bahan pustaka yg diperlukan mereka, atau mengirimkannya langsung ke alamat mereka masing-masing. Sedangkan buat mahasiswi dan peneliti perempuan telah di sediakan ruangan khusus dng dibantu dan dipandu oleh para petugas wanita.

Apabila pembaca berkunjung ke Tanah Suci, sangat disarankan untuk mampir ke perpustakaan ini. Apalagi jika Anda sedang mencari referensi/rujukan yang sulit ditemukan di mana-mana. Siapa tahu di sanalah tempatnya yang bisa membuat anda belajar disana.

LiatAja | Sumber: http://www.danajets.com/perpustakaan-modern-di-masjid-nabawi.html & http://nasional.news.viva.co.id/news/read/815688-mengenal-madinah-di-perpustakaan-masjid-nabawi


EmoticonEmoticon